ASPEK PENGELOLAAN SUMBER DAYA DALAM PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK)

 

1. Kesiapan Sumberdaya Manusia dalam Pengelolaan (perancangan, pemanfaatan, dan evaluasi) Teknologi informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Program Pendidikan Luar Sekolah

 

Penggunaan atau pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam program PLS tidak terlepas dari peranan sumberdaya manusia sebagai pengelolanya. Seorang sumberdaya manusia sangatlah memiliki peranan penting dalam pengelolaannya, baik itu dalam proses perancangan, pemanfaatan, maupun evaluasi. Oleh karena itu, kesiapan dari sumberdaya manusia dalam pengelolaan TIK sangat diperlukan, agar suatu tujuan dapat tercapai dengan efektif dan efisien.

 

Dalam program Pendidikan Luar Sekolah (PLS), berhubungan dengan kemajuan teknologi pada saat ini, khususnya teknologi teknologi informasi dan komunikasi, maka selayaknyalah proses pembelajaran harus menggunakan kemajuan yang mampu dicapai oleh kehebatan manusia tersebut, sehingga hasil pembelajaran akan menjadi optimal. Itulah sebabnya pembelajaran kedepan harus berbasiskan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Namun walaupun demikian bukan berarti SDM dapat mengendurkan kompetensinya, tetapi sebaliknya, demi suksesnya pembelajaran berbasis TIK tersebut meningkatkan berbagai kompetensinya. Untuk itu perlunya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mengelola TIK untuk program PLS agar suatu pembelajaran berbasis TIK dapat berjalan dengan baik.

 

1. Perancangan

Merencanakan kapan dan bagaimana TIK akan digunakan dengan cara terbaik dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini dituntut sumberdaya manusia yang mampu merencanakan atau membuat suatu rancangan suatu kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Tentunya dengan melibatkan pengguanaan teknologi informasi dan komunikasi didalamnya. Disini dituntut keahlian dalam memikirkan proses suasana pembelajarannya. Bagaimana memilih alat-alat pedagogi teknologi informasi dan komunikasi yang bisa direkomendasikan untuk mata pelajaran khusus. Harus juga ditekankan pada muatan inovasi bagi peserta didik. Dapat disimpulkan dalam proses perancangan  ini dbutuhkan sumberdaya manusia yang bisa merencanakan dan menyusun secara sistematis kegiatan pembelajaran dengan mengaplikasikan TIK pada waktu dan tempat yang sesuai.

2. Pemanfaatan

Seorang tenaga pendidik harus mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan efisien. Dalam hal ini diperlukan kesiapan untuk menggunakan nya sesuai pada fungsinya sehingga pemanfaatan akan lebih optimal. Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi paada dunia pendiidkan untuk kepentingan pengetahuan, dan perbaikan ke arah yang lebih baik, bukan malah sebaliknya yang akan akan menimbulkan dampak buruk.

Pemanfaatan TIK didalam dunia pendidikan, diantaranya :

1) Adanya perkembangan TIK yang menjadi jembatan ilmu. Salah satu peran TIK di era globalisasi ini adalah sebagai media informasi, misalnya internet. Peserta dapat mengeksplorasi informasi yang ada di seluruh dunia dengan lebih efesien dan efektif hanya dengan mengakses internet.

2) Selain peran TIK sebagai media informasi, perkembangan TIK dapat pula dimanfaatkan peserta didik sebagai media komunikasi. Misalnya, memanfaatkan jaringan internet untuk chatting dan mailing, peserta didik dapat berkomunikasi dengan saling bertukar informasi tentang apa yang sedang dibahas. Tidak hanya komunikasi antara peserta didik, peserta didik dengan guru atau para ahli pun dapat dilakukan. Dengan cara ini, peserta didik akan dengan cepat mendapatkan ide dan pengalaman dari berbagai kalangan.

3) Dengan adanya perkembangan TIK, belajar menjadi jauh lebih efesien. Proses pembelajaran tidak harus selalu dengan bertatap muka seperti jaman dahulu. Kini, proses pembelajaran dapat dilakukan memanfaatkan perkembangan TIK yang ada, sehingga kita juga dapat efesien dalam menggunakan waktu. Untuk di indonesia sendiri, disebabkan oleh kondisi geografis yang merupakan negara kepulauan, TIK sangat mampu menjadi fasilitator utama untuk meratakan pendidikan di indonesia, karena TIK yang memiliki kemampuan untuk meratakan pendidikan di indonesia, TIK memiliki kemampuan untuk memungkinkan pembelajaran jarak jauh. Inilah sebabnya mengapa perkembangan TIK disebut dengan penghilang batas ruang dan waktu.

4) Digunakan teknologi sebagai proses dan produk untuk membantu memecahkan masalah.

Adanya fakta bahwa peserta didik lebih termotivasi untuk belajar dengan metode belajar yang menggunakan fasilitas multimedia dari pada metode belajar konvensional.  Berkembangnya TIK juga berperan dalam hal mengelola institusi pendidikan. Peran yang dimaksud adalah memudahkan institusi pendidikan untuk menyediakan layanan informasi untuk para peserta didik, seperti informasi tentang biaya pendidikan, kurikulum, pembimbing, dan sebagainya. Serta untuk mengelola manajemen operasional dengan lebih efesien, efektif, dan optimal.

3. evaluasi

Setelah kegiatan program pendidikan luar sekolah telah dilkasanakan, maka diperlukan evaluasi atau penilaian. Penilaian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pencapaian tujuan pendidikan tersebut. Apakah sudah memenuhi target yang telah ditentukan atau malah sebliknya. Dari proses evaluasi ini diharapkan adanya perbaikan dari kekurangan sebelumnya dan mempertahankan yang sudah baik. Evalusi juga ini juga untuk melihat suatu program pendidikan luar sekolah tersebut telah sukses atau belum dilaksanakan. Kesiapan sumberdaya manusia dalam melaksanakan proses ini sangat dibutuhkan, karena harus dengan jeli menilai satu persatu komponen program tersebut bukan hanya melihat suatu program secara keseluruhan. Sang penilai juga harus bisa memanfaatkan TIK dalam melaksanakan proses ini agar hasil yang dicapai bisa lebih efektif dan efisien.

2. Keberterimaan warga belajar terhadap produk TIK yang digunakan dalam program pendidikan luar sekolah

keberterimaan warga belajar terhadap produk TIK yang digunakan dalam program PLS cenderung dipengaruhi oleh kemudahan untuk

mengoperasikan, artinya jika pengguna atau warga belajar merasakan mudah untuk memahami dan mengoperasikan sebuah sistem informasi, maka dia akan bersedia menggunakannya dan menerima produk dari TIK tersebut. Sama halnya dengan jika warga belajar merasa senang dan dapat membantunya dalam penerimaan informasi yang disampaikan oleh sumber belajar dengan mudah tanpa ada gangguan apapun dengan adanya bantuan atau pemanfaatan produk dari TIK ini, maka ia akan terbuka dan senang menerima dari pemanfaatan atau penggunaan produk TIK dalam program PLS. Begitu juga sebaliknya, jika hal yang terjadi berbanding terbalik dengan di atas, maka kemungkinan besar warga belajar tidak akan mudah menerima produk TIK yang digunakan dalam PLS.


Sumber :

http://eprints.uny.ac.id

http://library.binus.ac.id

http://afistafranselina.blogspot.com/2018/03/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html?m=1

http://lyviaagustin.blogspot.com/2018/02/aspek-pengelolaan-sumber-daya-dalam.html?m=1

https://netri938821284.wordpress.com/2018/02/28/aspek-pengelolaan-sumberdaya-dalam-pemanfaatan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-tik/amp/



Penulis sangat membutuhkan masukkan dan saran untuk menambah kesempurnaan posting kali ini, untuk itu dimohon kepada para pembaca, jika ada kekeliruan dari postingan saya kali ini, harap memberikan masukkan dan saran di kolom komentar dan saling berbagi pengetahuan.

Komentar

Posting Komentar